METODE DISKUSI DALAM PROSES PEMBELAJARAN
MAKALAH
Diajukan Sebagai Syarat untuk Memenuhi Tugas
Terstruktur Mata Kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia Program
Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni.
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni.
Dosen Pengampu: Dr. Christanto Syam, M.Pd.
oleh:
Warsul Ulamaut Tamami
NIM F1011151078
Program Studi
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan
Universitas
Tanjungpura
Pontianak
2016
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur ke hadirat Tuhan Yang Mahaesa berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Metode
Diskusi dalam Proses Pembelajaran” tepat pada waktunya.
Makalah ini diajukan sebagai syarat untuk memenuhi tugas terstruktur pada mata
kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia program studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia. Penulis juga berterima kasih kepada Dr. Christanto Syam, M.Pd. selaku
dosen pengampu mata kuliah Metode
Pembelajaran Bahasa Indonesia yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan
makalah ini.
Secara garis besar makalah ini membahas tentang
penggunaan metode diskusi dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Makalah ini
mendeskripsikan tentang pengertian metode diskusi dan tatacara pelaksanaan
diskusi serta kelebihan dan kekurangan penggunaan diskusi dalam proses
pembelajaran.
Penulis telah berusaha maksimal dalam penyusunan
makalah ini, namun tidak menutup kemungkinan masih banyak terdapat kekurangan
dalam makalah ini. Oleh karena
itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca
untuk kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
penulis dan pembaca.
Pontianak, November 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR................................................................................................................................i
DAFTAR
ISI.............................................................................................................................................ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang...............................................................................................................................1
B. Rumusan
Masalah.........................................................................................................................2
C. Tujuan...........................................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Metode Diskusi.............................................................................................................3
B. Langkah Penggunaan Metode Diskusi.............................................................................................4
C. Bentuk-Bentuk Metode Diskusi dan
Pelaksanaannya......................................................................4
D. Peran Guru dalam Pembelajaran yang
Menggunakan Metode Diskusi..............................................9
E. Kelebihan dan kekurangan Metode
Diskusi...................................................................................11
BAB III PENUTUP
A. Simpulan.......................................................................................................................................12
B. Saran...........................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................................13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Bila dipahami secara mendalam, proses belajar
mengajar yang merupakan inti dari proses pendidikan formal di sekolah di
dalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen pengajaran.
Komponen-komponen tersebut dapat dikelompokkan dalam tiga kategori utama, yaitu
guru, materi pelajaran, dan siswa. Interaksi antara ketiga komponen utama
melibatkan sarana dan prasarana, seperti metode, media, dan penataan lingkungan
tempat belajar, sehingga tercipta situasi belajar mengajar yang
memungkinkan tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan
demikian, guru yang memegang peranan sentral dalam proses
belajar mengajar, harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar
secara efektif dan efisien. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu
ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian materi atau biasa disebut
metode mengajar.
Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara
mengajar yang dipergunakan oleh guru. Pengertian lain ialah sebagai teknik
penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran
kepada siswa dalam kelas, baik secara individual atau secara kelompok, agar
pelajaran itu dapat diserap, dipahami, dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik.
Karena makin baik metode mengajar, maka makin efektif pula pencapaian tujuan.
Dalam proses pembelajaran terdapat beberapa metode yang digunakan
dalam mentransfer materi baik dari guru kesiswa, ataupun dari siswa itu
sendiri, antara lain dengan metode ceramah, diskusi, tanya-jawab, penemuan
terbimbing, metode permainan dan beberapa metode-metode lainnya. Namun metode
yang sering digunakan oleh pendidik dalam kegiatan PBM adalah metode
pembelajaran dengan diskusi dan permainan. Dimana metode diskusi itu
sendiri dipandang efektif untuk menggali potensi siswa supaya dapat
belajar dengan lebih aktif. Sedangkan metode permainan sendiri merupakan alternatif
lain agar siswa tidak jenuh dalam menerima pelajaran. Maka tidak salah apabila
metode diskusi menjadi pilihan para guru untuk melatih dan mengembangkan
kemampuan siswa-siswinya.
Pentingnya metode pembelajaran dalam proses pembelajaran yaitu
untuk menunjang keberhasilan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Oleh
karena itu, dalam makalah ini kami akan memaparkan beberapa ulasan mengenai
metode pembelajaran diskusi dalam pembelajaran.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, penulis
telah merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini. Adapun
rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut.
1. Apa pengertian dari metode diskusi?
2. Bagaimana langkah penggunaan metode
diskusi?
3. Apa saja bentuk dari metode diskusi
dan pelaksanaannya di dalam kelas?
4. Bagaimana peran guru dalam
pembelajaran yang menggunakan metode diskusi?
5. Apa saja kelebihan dan kekurangan
dari metode diskusi?
C. Tujuan
Adapun
tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Mengetahui pengertian metode diskusi.
2. Mengetahui langkah penggunaan metode
diskusi.
3. Mengetahui bentuk-bentuk dari metode
diskusi dan pelaksanaannya.
4. Mengetahui peran guru dalam
pembelajaran yang menggunakan metode diskusi.
5. Mengetahui kelebihan dan
kekurangan dari Metode Diskusi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Metode Diskusi
Diskusi adalah proses penglihatan dua atau lebih individu
yang berinteraksi secara verbal dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau
sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar menukar informasi,
mempertahankan pendapat atau pemecahan masalah. Diskusi juga dapat diartikan
sebagai suatu pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu
masalah. Dalam metode ini guru memberi kesempatan kepada para siswa
(kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna
mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternatife
pemecahan atas suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang
bersifat problematik.
Sebagai metode penyuluhan berkelompok, diskusi biasanya
membahas satu topik yang menjadi perhatian umum di mana masing-masing anggota
kelompok mempunyai kesempatan yang sama untuk bertanya atau memberikan
pendapat. Berdasarkan hal tersebut diskusi dapat dikatakan sebagai metode
partisipatif.
Selain itu, metode diskusi juga merupakan suatu cara
yang mempelajari materi pelajaran dengan memperdebatkan masalah yang
timbul dan saling mengadu argumentasi secara rasional dan objektif. Cara ini
menimbulkan perhatian dan perubahan tingkah laku anak dalam belajar. Metode
diskusi juga di maksudkan untuk dapat merangsang siswa dalam belajar dan
berfikir secara kritis dan mengeluarkan pendapatnya secara rasional dan
objektif dalam pemecahan suatu masalah. Metode diskusi ini berbeda dengan
metode tanya jawab, sebab dalam metode tanya jawab dapat diselesaikan dengan
satu jawaban saja, sedangkan dalam diskusi diperlukan banyak jawaban yang
sama-sama mencoba memperlihatkan kebenaran.
B. Langkah
Penggunaan Metode Diskusi
Secara
umum metode diskusi memiliki langkah-langkah sebagai berikut.
1. Guru mengemukakan masalah yang akan
didiskusikan dan memberi pengarahan seperlunya mengenai cara-cara pemecahannya.
2. Dengan pimpinan guru, para siswa
membentuk kelompok-kelompok diskusi, memilih pemimpin diskusi, mengatur tempat
duduk, ruangan, sarana, dan sebagainya.
3. Para siswa berdiskusi dalam
kelompoknya masing-masing, sedangkan guru berkeliling dari kelompok yang satu
ke kelompok yang lain, menjaga ketertiban, serta memberikan dorongan dan
bantuan agar setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif dan agar berdiskusi
berjalan lancer.
4. Kemudian tiap kelompok melaporkan
hasil diskusinya.
5. Akhirnya siswa mencatat hasil
diskusi, dan guru mengumpulkan laporan hasil diskusi dari setiap kelompok.
C. Bentuk-Bentuk
Metode Diskusi dan Pelaksanaannya
Metode
diskusi memiliki beberapa macam bentuk, antara sebagai berikut.
1. Brainstorming
Brainstorming merupakan bentuk diskusi yang paling sederhana
tetapi cukup efektif. Digunakan dalam lima sampai lima belas
kelompok. Penekanan hasil pembelajarannya adalah tiap anggota
kelompok saling menghargai pendapat, menumbuhkan percaya pada diri
sendiri dalam mengembangkan ide yang ditemukannya dan dianggap
benar. Metode ini memiliki beberapa langkah-langkah diantaranya.
a.
Dimulai
dengan pimpinan diskusi yang menyatakan masalah yang ingin dibahas.
b.
Memilih
satu cara untuk merekam hasil diskusi. Bisa menggunakan tape recorder atau dua orang siswa sebagai penulis di papan tulis
untuk menuliskan pendapat yang ingin dikemukakan.
c.
Pemimpin
diskusi meminta setiap anggota kelompok untuk mengemukakan pendapatnya.
d.
Setiap
ide dicatat.
e.
Tidak
ada kritik.
Biasanya kegiatan brainstorming
selalu diikuti kegiatan lainnya sebagai tindak lanjut.
2. Kelompok
Seperti nama metodenya, metode diskusi ini memiliki jumlah
anggota kelompok enam orang. Metode ini dikemukakan oleh J. Donald Philip dari
Michigan. Pengaturan tempat duduk tiap kelompok diatur sedemikian rupa untuk
mengkondusifkan diskusi yang akan dilaksanakan. Berikut adalah tahap-tahap
pelaksanaan diskusi kelompok 6.
a.
Memilih
ketua kelompok
b.
Mengutarakan
masalah yang dibahas
c.
Menetapkan
waktu yang digunakan untuk diskusi 5-15 menit.
Serta tugas guru adalah memilih
topik, membuat kelompok kecil, memulai diskusi dan kemudian hanya melakukan
pengamatan.
3. Tutorial
Suatu bentuk diskusi yang biasanya digunakan untuk menolong
siswa yang mengalami kesulitan belajar. Kelompok yang dibentuk maksimal
memiliki empat orang anggota. Tutorial bertujuan untuk memberikan remidi pada
dalam memahami kemampuan dasar. Metode ini memiliki beberapa langkah
pelaksanaan diantaranya adalah sebagai berikut.
a.
Guru
bertanya pada siswa tentang masalah yang dihadapinya.
b.
Guru
mendorong siswa untuk bertanya jika ada yang belum jelas bagi mereka.
4. Tugas Kelompok
Dalam tugas kelompok, siswa dilibatkan dalam aktivitas atau
tugas mengerjakan sesuatu dan diminta untuk setiap anggota agar memberikan
kontribusinya. Tugas kelompok dapat dilaksanakan bila kondisinya sebagai
berikut.
a.
Kegiatan
harus ditekankan pada bahan-bahan yang sederhana dan dapat diperoleh dari lingkungan
rumah atau sekolah
b.
Perencanaannya
disusun sedemikian hingga memungkinkan guru untuk mendapatkan suatu demonstrasi
atau kegiatan yang relevan dengan topik
c.
Kegiatan
harus disusun, susunan yang berkaitan dengan tahap-tahap kegiatan, serangkaian
pertanyaan dan penjelasan.
5. Diskusi Panel
Metode yang memberiakan kesempatan kepada siswa untuk
mengembangkan ide dan bertukar pendapat mengenai masalah atau issu yang sedang
berkembang dalam masyarakat. Pelaksanaannya meliputi.
a.
Dipilih
2 atau 3 siswa sebagai panelis dan siswa yang lain sebagai pendengar.
b.
Dipilih
seorang siswa sebagai moderator.
c.
Moderator
memulai dengan mengutarakan topik yang dibahas.
d.
Panelis
mengemukakan paper pendek 5-10 menit yang berisi pernyataan yang mengundang
pendapat atau memberikan beberapa argumentasi.
e.
Setelah
panelis mengemukakan pendapat, moderator memberikan kesempatan kepada pendengar
untuk mengtarakan pendapatnya.
f.
Pada
akhir panel setiap panelis diminta kesimpulan mengenai masalah yang dibicarakan
dalam diskusi panel.
6. Whole group
Kelas merupakan satu kelompok diskusi. Whole group yang
ideal apabila jumlah anggota tidak lebih dari 15 orang
7. Buzz Group
Pada diskusi ini, siswa diminta untuk memperbaiki pengertian
dan persepsinya terhadap materi pelajaran. Pelaksanaan metode diskusi ini
adalah sebagai berikut.
a.
Kelas
dibagi kedalam kelompok kecil terdiri dari 4-5 orang.
b.
Tempat
diatur sedemikian rupa agar siswa dapat saling berhadapan dan bertukar pikiran
dengan mudah.
c.
Diskusi
dilakukan ditengah pelajaran atau di akhir pelajaran.
d.
Siswa
saling mengemukakan persepsinya tentang pelajaran yang diterimanya dan
informasi-informasi yang diketahui tentang pelajaran tersebut dengan maksud
menajamkan kerangka bahan pelajaran, memperjelas bahan pelajaran atau menjawab
pertanyaan-pertanyaan.
8. Sindicate group
Cara diskusi ini sering dilakukan oleh pengajar untuk
mnyampaikan materinya. Pelaksanaannya sebagai berikut.
a.
Kelas
dibagi dalam kelompok kecil terdiri dari 3-6 orang.
b.
Masing-masing
kelompok melaksanakan tugas tertentu.
c.
Guru
menjelaskan garis besar problema kepada kelas kemudian menuliskan aspek-aspek
masalahnya.
d.
Tiap
kelompok mempelajari slah satu atau lebih aspek dari aspek yang sudah
dikemukakan oleh guru.
e.
Tiap
kelompok berdiskusi dan menyusun laporan berupa kesimpulan sindikat.
f.
Tiap
laporan dibawa kesidang pleno untuk didiskusikan lebih lanjut.
9. Simposium
Diskusi ini hampir sama dengan metode diskusi sindicate
group. Tetapi dalam metode ini bahasannya lebih luas yaitu berbagai aspek dari
suatu subjek tertentu. Berikut adalah pelaksanaannya.
a.
Beberapa
orang membahas tentang berbagai aspek dari suatu subjek dan membacakan dimuka
peserta selama 5-10 menit.
b.
Setelah
penyampaian materi, diikuti sanggahan dan pertanyaan dari para penyanggah atau
pendengar.
c.
Bahasan
dan sanggahan dirumuskan oleh panitia perumus sebagai hasil symposium.
10. Informal Debate
Metode
ini adalah metode debat yang dapat dilakukan di kelas dengan bahan yang
bersifat problematis, bukan yang bersifat factual.
a.
Kelas
dibagi menjadi dua tim yang agak sama besarnya.
b.
Tiap
tim mendiskusikan subjek yang cocok untuk diperdebatkan.
11. Colloquium
Metode diskusi ini berbeda dengan metode diskusi sebelumnya
yang telah dibahas. Pada metode ini terdapat narasumber yang menjawab
pertanyaan dari para pendengar.
a.
Narasumber
membahas suatu materi.
b.
Setelah
narasumber mebahas meteri, para pendengar mngajukan pertanyaan kepada
narasumber tentang materi tersebut.
12. Fish Bowl
Metode diskusi ini hampir sama dengan metode-metode yang
lainnya. Tetapi yang berbeda adalah penataan ruang dan cara penyampaian
pendapatnya.
a.
Beberapa
orang peserta dipimpin seorang ketua mengadakan diskusi untuk mengambil suatu
keputusan.
b.
Tempat
duduk diatur setengah lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosong menghadap
peserta diskusi.
c.
Kelompok
pendengar duduk mengelilingi kelompok diskusi, seolah-olah melihat ikan dalam
sebuah mangkuk.
d.
Kelompok
pendengar yang ingin menyumbangkan pikirannya dapat duduk dikursi kosong yang
telah disediakan dan dapat berbicara setelah katua mempersilahkan lalu dapat
meninggalkan kursi setelah bicara.
D. Peran Guru dalam Pembelajaran yang
Menggunakan Metode Diskusi
Pemimpin diskusi dapat dipegang oleh pengajar sendiri,
tetapi dapat juga diserahkan pada pembelajar bila pengajar ingin memberi
kesmpatan kepada pembelajar untuk belajar memimpin. Pemimpin diskusi yang baik,
akan sanggup dengan cepat mengambil tindakan menghadapi kesimpangan-kesimpangan
yang terjadi pada diskusi. Untuk itulah para pembelajar perlu dilatih untuk
memperoleh keterampilan pemimpin yang pada hakikatnya dapat dipelajari. Prof.
Dr. Winarno Surakhamad dalam bukunya Metodologi
Pengajaran Nasional mengemukakan tiga peranan pemimpin diskusi ialah
sebagai berikut.
1. Pemimpin sebagai Pengatur Lalu Lintas
Sebagai
seorang pemimpin ia berhak untuk:
a.
menunjukkan
pertanyaan-pertanyaan kepada anggota,
b.
menjaga
agar tidak semua anggota berbicra serempak,
c.
mencegah
dikuasainya pembicaraan oleh orang-orang tertentu yang gemar berbicara,
d.
membuka
kesempatan bagi anggota yang pemalu atau pendiam untuk menyumbangkan ide-ide
mereka,
e.
mengatur
sedemikian sehingga setiap pembicaraan dapat ditangkap dengan jelas oleh
pendengar.
Dari peranan tersebut, dapat kita
lihat bahwa pemimpin akan belajar memahami sifat-sifat para peserta.
2. Pemimpin sebagai Dinding Penangkis
Dalam diskusi sering terjadi siswa tidak menyadari struktur
pokok diskusi mereka atau tidak memahami pikok masalah yang didiskusikan
sehingga mudah timbul pertanyan-pertanyaan yang menyimpang dari garis
pembicaraan. Mereka kehilangan pegangan dan tidak melihat hasil yang sudah
dicapai. Kewajiban pemimpin diskusilah untuk memahami dengan saksama struktur
diskusi yang baik sehingga ia dapat menunjukkan jalan lurus bila terjadi penyimpangan.
Dengan demikian pemimpin mempunyai kewajiban menuntun anggota dalam menentukan
langkah-langkah pemecahan masalah.
3. Pemimpin Sebagai Penunjuk Jalan
Kewajiban pemimpin diskusilah untuk memahami dengan saksama
bentuk diskusi yang baik sehingga ia dapat menunjukan jalan lurus bila terjadi
penyimpagan. Dengan demikian pemimpin mempunyai kewajiban menuntun anggota
dalam menentukan langkah-langkah pemecahan masalah. Langkah-langkah yang perlu
dipahami dan dipakai sebagai pedoman menuntun diskusi kelas adalah:
a.
Apakah
masalah yang dihadapi?
Pemimpin
perlu mengetahui dengan jelas permasalahan yang dihadapi. bila perlu ditulis di
papan tulis sebelum diskusi dimulai sehingga peserta senantiasa melihat tujuan
diskusi.
b.
Soal-soal
penting mana yang terdapat dalam masalah itu?
Kalau
dalam diskusi terdapat pandangan yang berbeda ada baiknya pandangan-pandangan
tersebut ditulis ulang. agar pembelajar dapat melihat kekurangan-kekurangnya
dan mencoba memperbaiki sebelum diskusi dilajutkan. Dapat terjadi seluruh
peserta tidak tahu pasti faktor tertentu yang dapat dipakai untuk memecahkan
masalah. Faktor serupa ini terpaksa dicari dari sumber-sumber lain atau dari
narasumber yang mengetahui.
c.
Kemungkinan-kemungkinan
jawaban yang bagaimana yang dapat dirumuskan oleh kelas terhadap suatu masalah?
Selama
diskusi pemimpin atau pengajar kelas melihat adanya sejumlah jawaban yang
mungkin, kemudian memilih jawaban yang dianggap merupakan jawaban yang
setepat-tepatnya.
d.
Hal
manakah yang telah diterima oleh suara terbanyak sebagai persetujuan.
e.
Tindakan
apakah yang sudah direncanakan? Siapa yang melaksanakan dan bilamana?
E.
Kelebihan
dan kekurangan Metode Diskusi
Setiap metode pembelajaran pasti
memiliki kelebihan san kekurangannya. Adapun kelebihan dan kekurangan dalam
metode diskusi ini adalah sebagai berikut.
1. Kelebihan
a.
Pembelajar
belajar bermusyawarah
b.
Pembelajar
mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetahuan masing-masing.
c.
Belajar
menghargai pendapat orang lain.
d.
Mengembangkan
cara berfikir dan sikap ilmiah.
2. Kelemahan
a.
Pendapat
serta pertanyaan pembelajar dapat menyimpang dari pokok persoalan.
b.
Kesulitan
dalam menyimpulkan sering menyebabkan tidak ada
penyelesaian.
c.
Membutuhkan
waktu cukup banyak.
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Diskusi adalah merupakan satu di antara cara
yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah yang juga dapat digunakan untuk
proses pembelajaran. Ada beberapa cara yang digunakan dalam proses pembelajaran
yang menggunakan metode diskusi.
Metode diskusi dalam pembelajaran dapat dibagi menjadi
beberapa bentuk, antara lain brainstorming, kelompok, tutorial, dan lain-lain.
Peran guru dalam pembelajaran menggunakan metode diskusi adalah sebagai
pemimpin atau pembina yang membimbing jalannya diskusi, guru dituntut untuk
memahami tatacara diskusi yang baik agar pada saat terjadi penyimpangan saat
diskusi guru dapat menengahi dan meluruskan kembali jalannya diskusi.
Sama halnya dengan metode pembelajaran yang lain, metode
diskusi juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Satu di antara
kelebihan metode diskusi adalah pembelajar dapat menguji pengetahuan tiap-tiap
peserta. Dan satu di antara kekurangan metode diskusi adalah kesulitan dalam
menyimpulkan dapat terjadi diskusi tidak mendapat penyelesaian.
B. Saran
Berdasarkan jawaban dari rumusan masalah seperti yang telah
dipaparkan pada Bab II, maka penulis dapat menyarankan beberapa hal, yaitu:
1. Sebaiknya pembaca lebih mendalami
materi dalam makalah ini, agar materi yang dimaksudkan dalam makalah ini dapat
tersampaikan dengan baik.
2. Selain
dari makalah ini, sebaiknya pembaca mencari informasi terkait metode diskusi
kepada yang lebih ahli.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin,Mulyati,dkk. 2005. Strategi Mengajar Kimia. Malang: UM
Press
Fathurrohman,
Pupuh & Sutikno Sobry. 2007. Strategi Belajar Mengajar
melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami. Bandung: PT Refika
Aditama
Hasibuan,
J.J & Moedjiono. 1986. Proses Belajar Mengajar.Bandung: PT
Remaja Rosdakarya
Popham,W.
James & Eva L. Baker. 2005. Teknik Mengajar Secara Sistematis.
Jakarta: Rineka Cipta
Roestiyah
N.K. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
Sabri,
Ahmad. 2007. Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching. Padang:
Quantum Teaching.
