Kamis, 24 November 2016

Makalah Metode Diskusi dalam Proses Pembelajaran



METODE DISKUSI DALAM PROSES PEMBELAJARAN
MAKALAH
Diajukan Sebagai Syarat untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni.

Dosen Pengampu: Dr. Christanto Syam, M.Pd.

oleh:
Warsul Ulamaut Tamami 
NIM F1011151078





















  
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Tanjungpura
Pontianak
2016





KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Mahaesa berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Metode Diskusi dalam Proses Pembelajaran” tepat pada waktunya. Makalah ini diajukan sebagai syarat untuk memenuhi tugas terstruktur pada mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Penulis juga berterima kasih kepada Dr. Christanto Syam, M.Pd. selaku dosen pengampu  mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan makalah ini.
Secara garis besar makalah ini membahas tentang penggunaan metode diskusi dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Makalah ini mendeskripsikan tentang pengertian metode diskusi dan tatacara pelaksanaan diskusi serta kelebihan dan kekurangan penggunaan diskusi dalam proses pembelajaran.
Penulis telah berusaha maksimal dalam penyusunan makalah ini, namun tidak menutup kemungkinan masih banyak terdapat kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Pontianak, November 2016

Penulis





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................................i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang...............................................................................................................................1
B.     Rumusan  Masalah.........................................................................................................................2
C.     Tujuan...........................................................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian  Metode Diskusi.............................................................................................................3
B.     Langkah Penggunaan Metode Diskusi.............................................................................................4
C.     Bentuk-Bentuk Metode Diskusi dan Pelaksanaannya......................................................................4
D.    Peran Guru dalam Pembelajaran yang Menggunakan Metode Diskusi..............................................9
E.     Kelebihan dan kekurangan Metode Diskusi...................................................................................11

BAB III PENUTUP
A.    Simpulan.......................................................................................................................................12
B.     Saran...........................................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................................13







BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bila dipahami secara mendalam, proses belajar mengajar yang merupakan inti dari proses pendidikan formal di sekolah di dalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen pengajaran. Komponen-komponen tersebut dapat dikelompokkan dalam tiga kategori utama, yaitu guru, materi pelajaran, dan siswa. Interaksi antara ketiga komponen utama melibatkan sarana dan prasarana, seperti metode, media, dan penataan lingkungan tempat belajar, sehingga tercipta situasi belajar mengajar yang memungkinkan tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan demikian, guru yang memegang peranan sentral dalam proses belajar mengajar, harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian materi atau biasa disebut metode mengajar.
Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh guru. Pengertian lain ialah sebagai teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa dalam kelas, baik secara individual atau secara kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami, dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Karena makin baik metode mengajar, maka makin efektif pula pencapaian tujuan.
Dalam proses pembelajaran terdapat beberapa metode yang digunakan dalam mentransfer materi baik dari guru kesiswa, ataupun dari siswa itu sendiri, antara lain dengan metode ceramah, diskusi, tanya-jawab, penemuan terbimbing, metode permainan dan beberapa metode-metode lainnya. Namun metode yang sering digunakan oleh pendidik dalam kegiatan PBM adalah metode pembelajaran dengan diskusi dan permainan. Dimana metode diskusi itu sendiri  dipandang efektif untuk menggali potensi siswa supaya dapat belajar dengan lebih aktif. Sedangkan metode permainan sendiri merupakan alternatif lain agar siswa tidak jenuh dalam menerima pelajaran. Maka tidak salah apabila metode diskusi menjadi pilihan para guru untuk melatih dan mengembangkan kemampuan siswa-siswinya.
Pentingnya metode pembelajaran dalam proses pembelajaran yaitu untuk menunjang keberhasilan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Oleh karena itu, dalam makalah ini kami akan memaparkan beberapa ulasan mengenai metode pembelajaran diskusi dalam pembelajaran.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, penulis telah merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini. Adapun rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut.
1.      Apa pengertian dari metode diskusi?
2.      Bagaimana langkah penggunaan metode diskusi?
3.      Apa saja bentuk dari metode diskusi dan pelaksanaannya di dalam kelas?
4.      Bagaimana peran guru dalam pembelajaran yang menggunakan metode diskusi?
5.      Apa saja kelebihan dan kekurangan dari metode diskusi?

C.     Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.      Mengetahui pengertian metode diskusi.
2.      Mengetahui langkah penggunaan metode diskusi.
3.      Mengetahui bentuk-bentuk dari metode diskusi dan pelaksanaannya.
4.      Mengetahui peran guru dalam pembelajaran yang menggunakan metode diskusi.
5.      Mengetahui  kelebihan dan kekurangan dari Metode Diskusi.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Metode Diskusi
Diskusi adalah proses penglihatan dua atau lebih individu yang berinteraksi secara verbal dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar menukar informasi, mempertahankan pendapat atau pemecahan masalah. Diskusi juga dapat diartikan sebagai suatu pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah. Dalam metode ini guru memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternatife pemecahan atas suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematik.
Sebagai metode penyuluhan berkelompok, diskusi biasanya membahas satu topik yang menjadi perhatian umum di mana masing-masing anggota kelompok mempunyai kesempatan yang sama untuk bertanya atau memberikan pendapat. Berdasarkan hal tersebut diskusi dapat dikatakan sebagai metode partisipatif.
Selain itu, metode diskusi juga merupakan suatu cara yang mempelajari materi pelajaran dengan memperdebatkan masalah yang timbul dan saling mengadu argumentasi secara rasional dan objektif. Cara ini menimbulkan perhatian dan perubahan tingkah laku anak dalam belajar. Metode diskusi juga di maksudkan untuk dapat merangsang siswa dalam belajar dan berfikir secara kritis dan mengeluarkan pendapatnya secara rasional dan objektif dalam pemecahan suatu masalah. Metode diskusi ini berbeda dengan metode tanya jawab, sebab dalam metode tanya jawab dapat diselesaikan dengan satu jawaban saja, sedangkan dalam diskusi diperlukan banyak jawaban yang sama-sama mencoba memperlihatkan kebenaran.  


B.     Langkah Penggunaan Metode Diskusi
Secara umum metode diskusi memiliki langkah-langkah sebagai berikut.
1.      Guru mengemukakan masalah yang akan didiskusikan dan memberi pengarahan seperlunya mengenai cara-cara pemecahannya.
2.      Dengan pimpinan guru, para siswa membentuk kelompok-kelompok diskusi, memilih pemimpin diskusi, mengatur tempat duduk, ruangan, sarana, dan sebagainya.
3.      Para siswa berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing, sedangkan guru berkeliling dari kelompok yang satu ke kelompok yang lain, menjaga ketertiban, serta memberikan dorongan dan bantuan agar setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif dan agar berdiskusi berjalan lancer.
4.      Kemudian tiap kelompok melaporkan hasil diskusinya.
5.      Akhirnya siswa mencatat hasil diskusi, dan guru mengumpulkan laporan hasil diskusi dari setiap kelompok.

C.     Bentuk-Bentuk Metode Diskusi dan Pelaksanaannya
Metode diskusi memiliki beberapa macam bentuk, antara sebagai berikut.
1.      Brainstorming
Brainstorming merupakan bentuk diskusi yang paling sederhana tetapi cukup efektif. Digunakan dalam lima sampai lima belas kelompok. Penekanan hasil pembelajarannya adalah tiap anggota kelompok saling menghargai pendapat, menumbuhkan percaya pada diri sendiri dalam mengembangkan ide yang ditemukannya dan dianggap benar. Metode ini memiliki beberapa langkah-langkah diantaranya.
a.                   Dimulai dengan pimpinan diskusi yang menyatakan masalah yang ingin dibahas.
b.                  Memilih satu cara untuk merekam hasil diskusi. Bisa menggunakan tape recorder atau dua orang siswa sebagai penulis di papan tulis untuk menuliskan pendapat yang ingin dikemukakan.
c.                   Pemimpin diskusi meminta setiap anggota kelompok untuk mengemukakan pendapatnya.
d.                  Setiap ide dicatat.
e.                   Tidak ada kritik.
Biasanya kegiatan brainstorming selalu diikuti kegiatan lainnya sebagai tindak lanjut.

2.      Kelompok
Seperti nama metodenya, metode diskusi ini memiliki jumlah anggota kelompok enam orang. Metode ini dikemukakan oleh J. Donald Philip dari Michigan. Pengaturan tempat duduk tiap kelompok diatur sedemikian rupa untuk mengkondusifkan diskusi yang akan dilaksanakan. Berikut adalah tahap-tahap pelaksanaan diskusi kelompok 6.
a.                   Memilih ketua kelompok
b.                  Mengutarakan masalah yang dibahas
c.                   Menetapkan waktu yang digunakan untuk diskusi 5-15 menit.
Serta tugas guru adalah memilih topik, membuat kelompok kecil, memulai diskusi dan kemudian hanya melakukan pengamatan.

3.      Tutorial
Suatu bentuk diskusi yang biasanya digunakan untuk menolong siswa yang mengalami kesulitan belajar. Kelompok yang dibentuk maksimal memiliki empat orang anggota. Tutorial bertujuan untuk memberikan remidi pada dalam memahami kemampuan dasar. Metode ini memiliki beberapa langkah pelaksanaan diantaranya adalah sebagai berikut.
a.                   Guru bertanya pada siswa tentang masalah yang dihadapinya.
b.                  Guru mendorong siswa untuk bertanya jika ada yang belum jelas bagi mereka.

4.      Tugas Kelompok
Dalam tugas kelompok, siswa dilibatkan dalam aktivitas atau tugas mengerjakan sesuatu dan diminta untuk setiap anggota agar memberikan kontribusinya. Tugas kelompok dapat dilaksanakan bila kondisinya sebagai berikut.
a.                   Kegiatan harus ditekankan pada bahan-bahan yang sederhana dan dapat diperoleh dari lingkungan rumah atau sekolah
b.                  Perencanaannya disusun sedemikian hingga memungkinkan guru untuk mendapatkan suatu demonstrasi atau kegiatan yang relevan dengan topik
c.                   Kegiatan harus disusun, susunan yang berkaitan dengan tahap-tahap kegiatan, serangkaian pertanyaan dan penjelasan.

5.      Diskusi Panel
Metode yang memberiakan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan ide dan bertukar pendapat mengenai masalah atau issu yang sedang berkembang dalam masyarakat. Pelaksanaannya meliputi.
a.                   Dipilih 2 atau 3 siswa sebagai panelis dan siswa yang lain sebagai pendengar.
b.                  Dipilih seorang siswa sebagai moderator.
c.                   Moderator memulai dengan mengutarakan topik yang dibahas.
d.                  Panelis mengemukakan paper pendek 5-10 menit yang berisi pernyataan yang mengundang pendapat atau memberikan beberapa argumentasi.
e.                   Setelah panelis mengemukakan pendapat, moderator memberikan kesempatan kepada pendengar untuk mengtarakan pendapatnya.
f.                   Pada akhir panel setiap panelis diminta kesimpulan mengenai masalah yang dibicarakan dalam diskusi panel.

6.      Whole group
Kelas merupakan satu kelompok diskusi. Whole group yang ideal apabila jumlah anggota tidak lebih dari 15 orang


7.      Buzz Group
Pada diskusi ini, siswa diminta untuk memperbaiki pengertian dan persepsinya terhadap materi pelajaran. Pelaksanaan metode diskusi ini adalah sebagai berikut.
a.                   Kelas dibagi kedalam kelompok kecil terdiri dari 4-5 orang.
b.                  Tempat diatur sedemikian rupa agar siswa dapat saling berhadapan dan bertukar pikiran dengan mudah.
c.                   Diskusi dilakukan ditengah pelajaran atau di akhir pelajaran.
d.                  Siswa saling mengemukakan persepsinya tentang pelajaran yang diterimanya dan informasi-informasi yang diketahui tentang pelajaran tersebut dengan maksud menajamkan kerangka bahan pelajaran, memperjelas bahan pelajaran atau menjawab pertanyaan-pertanyaan. 

8.      Sindicate group
Cara diskusi ini sering dilakukan oleh pengajar untuk mnyampaikan materinya. Pelaksanaannya sebagai berikut.
a.                   Kelas dibagi dalam kelompok kecil terdiri dari 3-6 orang.
b.                  Masing-masing kelompok melaksanakan tugas tertentu.
c.                   Guru menjelaskan garis besar problema kepada kelas kemudian menuliskan aspek-aspek masalahnya.
d.                  Tiap kelompok mempelajari slah satu atau lebih aspek dari aspek yang sudah dikemukakan oleh guru.
e.                   Tiap kelompok berdiskusi dan menyusun laporan berupa kesimpulan sindikat.
f.                   Tiap laporan dibawa kesidang pleno untuk didiskusikan lebih lanjut.

9.      Simposium
Diskusi ini hampir sama dengan metode diskusi sindicate group. Tetapi dalam metode ini bahasannya lebih luas yaitu berbagai aspek dari suatu subjek tertentu. Berikut adalah pelaksanaannya.
a.                   Beberapa orang membahas tentang berbagai aspek dari suatu subjek dan membacakan dimuka peserta selama 5-10 menit.
b.                  Setelah penyampaian materi, diikuti sanggahan dan pertanyaan dari para penyanggah atau pendengar.
c.                   Bahasan dan sanggahan dirumuskan oleh panitia perumus sebagai hasil symposium.

10.  Informal Debate
Metode ini adalah metode debat yang dapat dilakukan di kelas dengan bahan yang bersifat problematis, bukan yang bersifat factual.
a.                   Kelas dibagi menjadi dua tim yang agak sama besarnya.
b.                  Tiap tim mendiskusikan subjek yang cocok untuk diperdebatkan.

11.  Colloquium
Metode diskusi ini berbeda dengan metode diskusi sebelumnya yang telah dibahas. Pada metode ini terdapat narasumber yang menjawab pertanyaan dari para pendengar.
a.                   Narasumber membahas suatu materi.
b.                  Setelah narasumber mebahas meteri, para pendengar mngajukan pertanyaan kepada narasumber tentang materi tersebut.
12.  Fish Bowl
Metode diskusi ini hampir sama dengan metode-metode yang lainnya. Tetapi yang berbeda adalah penataan ruang dan cara penyampaian pendapatnya.
a.                   Beberapa orang peserta dipimpin seorang ketua mengadakan diskusi untuk mengambil suatu keputusan.
b.                  Tempat duduk diatur setengah lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosong menghadap peserta diskusi.
c.                   Kelompok pendengar duduk mengelilingi kelompok diskusi, seolah-olah melihat ikan dalam sebuah mangkuk.
d.                  Kelompok pendengar yang ingin menyumbangkan pikirannya dapat duduk dikursi kosong yang telah disediakan dan dapat berbicara setelah katua mempersilahkan lalu dapat meninggalkan kursi setelah bicara.

D.    Peran Guru dalam Pembelajaran yang Menggunakan Metode Diskusi
Pemimpin diskusi dapat dipegang oleh pengajar sendiri, tetapi dapat juga diserahkan pada pembelajar bila pengajar ingin memberi kesmpatan kepada pembelajar untuk belajar memimpin. Pemimpin diskusi yang baik, akan sanggup dengan cepat mengambil tindakan menghadapi kesimpangan-kesimpangan yang terjadi pada diskusi. Untuk itulah para pembelajar perlu dilatih untuk memperoleh keterampilan pemimpin yang pada hakikatnya dapat dipelajari. Prof. Dr. Winarno Surakhamad dalam bukunya Metodologi Pengajaran Nasional mengemukakan tiga peranan pemimpin diskusi ialah sebagai berikut.

1.      Pemimpin sebagai Pengatur Lalu Lintas
Sebagai seorang pemimpin ia berhak untuk:
a.                   menunjukkan pertanyaan-pertanyaan kepada anggota,
b.                  menjaga agar tidak semua anggota berbicra serempak,
c.                   mencegah dikuasainya pembicaraan oleh orang-orang tertentu yang gemar berbicara,
d.                  membuka kesempatan bagi anggota yang pemalu atau pendiam untuk menyumbangkan ide-ide mereka,
e.                   mengatur sedemikian sehingga setiap pembicaraan dapat ditangkap dengan jelas oleh pendengar.
Dari peranan tersebut, dapat kita lihat bahwa pemimpin akan belajar memahami sifat-sifat para peserta.

2.      Pemimpin sebagai Dinding Penangkis
Dalam diskusi sering terjadi siswa tidak menyadari struktur pokok diskusi mereka atau tidak memahami pikok masalah yang didiskusikan sehingga mudah timbul pertanyan-pertanyaan yang menyimpang dari garis pembicaraan. Mereka kehilangan pegangan dan tidak melihat hasil yang sudah dicapai. Kewajiban pemimpin diskusilah untuk memahami dengan saksama struktur diskusi yang baik sehingga ia dapat menunjukkan jalan lurus bila terjadi penyimpangan. Dengan demikian pemimpin mempunyai kewajiban menuntun anggota dalam menentukan langkah-langkah pemecahan masalah.

3.      Pemimpin Sebagai Penunjuk Jalan
Kewajiban pemimpin diskusilah untuk memahami dengan saksama bentuk diskusi yang baik sehingga ia dapat menunjukan jalan lurus bila terjadi penyimpagan. Dengan demikian pemimpin mempunyai kewajiban menuntun anggota dalam menentukan langkah-langkah pemecahan masalah. Langkah-langkah yang perlu dipahami dan dipakai sebagai pedoman menuntun diskusi kelas adalah:
a.                   Apakah masalah yang dihadapi?
Pemimpin perlu mengetahui dengan jelas permasalahan yang dihadapi. bila perlu ditulis di papan tulis sebelum diskusi dimulai sehingga peserta senantiasa melihat tujuan diskusi.
b.                  Soal-soal penting mana yang terdapat dalam masalah itu?
Kalau dalam diskusi terdapat pandangan yang berbeda ada baiknya pandangan-pandangan tersebut ditulis ulang. agar pembelajar dapat melihat kekurangan-kekurangnya dan mencoba memperbaiki sebelum diskusi dilajutkan. Dapat terjadi seluruh peserta tidak tahu pasti faktor tertentu yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah. Faktor serupa ini terpaksa dicari dari sumber-sumber lain atau dari narasumber yang mengetahui.
c.                   Kemungkinan-kemungkinan jawaban yang bagaimana yang dapat dirumuskan oleh kelas terhadap suatu masalah?
Selama diskusi pemimpin atau pengajar kelas melihat adanya sejumlah jawaban yang mungkin, kemudian memilih jawaban yang dianggap merupakan jawaban yang setepat-tepatnya.
d.                  Hal manakah yang telah diterima oleh suara terbanyak sebagai persetujuan.
e.                   Tindakan apakah yang sudah direncanakan? Siapa yang melaksanakan dan bilamana?

E.     Kelebihan dan kekurangan Metode Diskusi
Setiap metode pembelajaran pasti memiliki kelebihan san kekurangannya. Adapun kelebihan dan kekurangan dalam metode diskusi ini adalah sebagai berikut.
1.      Kelebihan
a.                   Pembelajar belajar bermusyawarah
b.                  Pembelajar mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetahuan masing-masing.
c.                   Belajar menghargai pendapat orang lain.
d.                  Mengembangkan cara berfikir dan sikap ilmiah.
2.      Kelemahan
a.                   Pendapat serta pertanyaan pembelajar dapat menyimpang dari pokok persoalan.
b.                  Kesulitan dalam menyimpulkan sering menyebabkan tidak ada  penyelesaian.
c.                   Membutuhkan waktu cukup banyak.








BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Diskusi adalah merupakan satu di antara cara yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah yang juga dapat digunakan untuk proses pembelajaran. Ada beberapa cara yang digunakan dalam proses pembelajaran yang menggunakan metode diskusi.
Metode diskusi dalam pembelajaran dapat dibagi menjadi beberapa bentuk, antara lain brainstorming, kelompok, tutorial, dan lain-lain. Peran guru dalam pembelajaran menggunakan metode diskusi adalah sebagai pemimpin atau pembina yang membimbing jalannya diskusi, guru dituntut untuk memahami tatacara diskusi yang baik agar pada saat terjadi penyimpangan saat diskusi guru dapat menengahi dan meluruskan kembali jalannya diskusi.
Sama halnya dengan metode pembelajaran yang lain, metode diskusi juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Satu di antara kelebihan metode diskusi adalah pembelajar dapat menguji pengetahuan tiap-tiap peserta. Dan satu di antara kekurangan metode diskusi adalah kesulitan dalam menyimpulkan dapat terjadi diskusi tidak mendapat penyelesaian.

B.     Saran
Berdasarkan jawaban dari rumusan masalah seperti yang telah dipaparkan pada Bab II, maka penulis dapat menyarankan beberapa hal, yaitu:
1.      Sebaiknya pembaca lebih mendalami materi dalam makalah ini, agar materi yang dimaksudkan dalam makalah ini dapat tersampaikan dengan baik.
2.      Selain dari makalah ini, sebaiknya pembaca mencari informasi terkait metode diskusi kepada yang lebih ahli.
DAFTAR PUSTAKA

Arifin,Mulyati,dkk. 2005. Strategi Mengajar Kimia. Malang: UM Press
Fathurrohman, Pupuh & Sutikno Sobry. 2007.  Strategi Belajar Mengajar melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami. Bandung: PT Refika Aditama
Hasibuan, J.J & Moedjiono. 1986. Proses Belajar Mengajar.Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Popham,W. James & Eva L. Baker. 2005. Teknik Mengajar Secara Sistematis. Jakarta: Rineka Cipta
Roestiyah N.K. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
Sabri, Ahmad. 2007. Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching. Padang: Quantum Teaching.